Kontroversi Yang Terjadi Dalam Industri Game

Akhir-akhir ini, tidak terlalu berlebih rasanya bila ngomong industri game mobile semakin maju daripada konsol. Masalahnya di dunia game, ada banyak judul baru yang dapat pemain coba sehari-harinya. Tetapi, hal itu malah membuat basis ini dilanda permasalahan.

Ada beberapa pro-kontra yang muncul dari beberapa perusahaan game mobile, loh. Beberapa dapat bikin rugi beberapa pemain sebagai customer dan menggeret beberapa developer game yang dapat rugi. Nah, ingin tahu ada pro-kontra apa di industri mobile game? Yok, baca artikel di bawah ini!

Reveal Halo Infinite yang Jadi Bahan Tertawaan

Awalnya Mula Narasi: Halo Infinite jadi game raksasa dan unggulan khusus Microsoft dalam perang console next-gen. Game FPS ini terlalu dibesarkan Microsoft seolah jadi penerus Halo yang gunakan semua faktor hardware dari Xbox Seri X tapi di saat yang serupa dapat dimainkan di Xbox One. Saat pada akhirnya dipertunjukkan, game nampak tidak demikian eksklusif serta tidak sesuai dengan game PS4 yang punyai kualitas visual lebih bagus.

Baca Juga : Game Multiplayer Yang Membinggungkan Para Player Baru

Pucuk Pro-kontra: Visual game yang menyebalkan jadi meme sepanjang beberapa waktu, terutamanya muka salah satunya lawan yang dinamakan “Craig the Brute”. Sesudah masukan jelek itu, game gagal di-launching bertepatan dengan penyeluncuran Xbox Seri X dan diundur sampai waktu yang masih belum ditegaskan. Sepanjang beberapa bulan akhir game sudah ganti-ganti sutradara.

Console Next-Gen dan Penimbun

Awalnya Mula Narasi: Walau wabah berpengaruh besar pada ekonomi warga global, ketertarikan membeli PS5 dan Xbox Seri X tetap tinggi. Manfaatkan hype dari ke-2 console baru itu, beberapa penimbun makin hari makin menggila.

Pucuk Pro-kontra: Semua toko kekurangan selalu kritis stock, tapi pembagian tidak rata. Pemakaian bot membuat konsumen asli kalah oleh beberapa penimbun. Lapak reselling pada harga semakin tinggi mulai banyak muncul, untuk mereka yang betul-betul tidak sabar kembali, beli dari penimbun ini jadi salah satu jalan keluar. Populernya usaha resell oleh penimbun berpengaruh ke bermacam rilis barang yang lain seperti graphic card, CPU, dan handphone terkini.

Keputusan Take-Two Mematok Harga $70 Untuk Game Next-gen

Awalnya Mula Narasi: Peningkatan game yang makin lama makin naik, Take-Two mulai menempatkan harga baru untuk game next-gen yang diawali pada NBA 2K21 yakni dengan harga $70. Keputusan dari Take-Two akan dituruti oleh penerbit/publisher besar yang lain dan melihat $70 jadi standard baru harga game. Tentu saja gamer tidak sepakat menyaksikan beberapa dari penerbit/publisher besar sudah aplikasikan microtransaction dan DLC yang makin agresif, membuat penghasilan mereka lebih dari sekadar pemasaran game.

Pucuk Pro-kontra: Beberapa figur mulai beri gagasannya akan peluang naik harga game itu, diantaranya Cory Barlog yang sepakat jika game dinaikan harga supaya buka developer lebih bebas dalam kreativitasnya. Dia memiliki pendapat jika lebih bagus harga game dinaikan dibanding terpaku pada microtransaction.

Masuk angkatan baru, Sony kabarkan jika semua game first-party mereka nanti akan dipandang $70 diawali dengan Demon’s Souls Remake. Dengan perusahaan seperti Sony sudah mengaplikasikan naiknya harga game, perlu hitung waktu untuk penerbit/publisher seperti Activision, EA dan yang lain mengikut.

Super Smash Bros dan Predator Seksual

Awalnya Mula Narasi: Diawali pada Troy “Puppeh” Wells memberikan narasi di mana dia pernah merasakan hubungan seks dengan Cinnamon “Cinnpie” Dunson saat dia berumur 14 tahun dan Cinnpie berumur 24 tahun. Menurut pernyataan Puppeh, Cinnpie yang mengawali, lakukan grooming, dan pelecehan padanya tetapi baru sekarang ini ia berani mengekspresikannya.